Bapakku
punya temen, anaknya temennya bapakku itu temenku. Sangat wajar dikalangan orangtua
tiap kali ketemu rekannya, yg diomongin pasti soal anak. Dan melalui bapakku
aku mendapat informasi seputar temenku itu. Kabar baiknya, lewat cerita bapakku
yang didapat dari obrolan dengan bapaknya itu, kusimpulkan kalo temenku itu
sekarang makin berkilau. Dan sebagai seorang
teman yg baik --aku turut bahagia *smile*
"Na,
si lalalala ke Singapore lagi lho.
Na, si lalalala IPKnya 3,8.. lho. Na,
si lalalala Desember ini ke China
lho. Na si lalalala ini lho. Na, si lalalala itu lho." Singkatnya seperti itu…
Disisi
lain, ada rasa iri sekaligus jleb.
Iri dengan prestasinya. Yang kian hari kian melejit. Dan semakin jleb dengan diriku sendiri yg dari hari
ke hari kok gak ada perubahan yg berarti. Ada kalanya sehabis dapat cerita dari
bapakku itu, satu dua kali aku mulai berpikir dan mulai membandingkan
dia sama aku. Kok jauh banget yaaaa :”(
Oke
fix. Ambil sisi positifnya aja. Semoga apa yg diceritkan orangtuaku itu bisa
menjadi cambuk buat aku untuk lebih kerja keras lagi, lebih berprestasi lagi. Ibarat
pejuang, kalo punya mimpi besar ya
harus mau berkorban besar juga. BIG dream, BIG sacrifice too. Thanks buat
kamu yg udah lebih dulu ada diujung sana, aku disini kerja keras step by step buat nyusul kamu. Big thanks for ur inspiration.
I am a girl who has a BIG dream.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar