Minggu, 11 Januari 2015

Pemimpin itu di " Tengah " bukan di " Atas "


In The Name of Allah The Most Gracious The Most Merciful

Menjadi pemimpin itu hendaknya tidak memposisikan dirinya diatas. Hendaknya seorang pemimpin itu berada di -tengah-tengah- membersamai yang dipimpinnya.

Kalo dia diatas, dia hanya akan tau urusan dari permukaannya saja -dari superfisialnya saja-. Sedangkan setiap yg dipimpin itu bergelut dengan segala kerumitan tugasnya yg sering kali tidak terlihat, apalagi kalo cuma dipandang dari atas. Orang yg diatas hanya melihat "Ooo... acaranya sudah selese berarti urusannya sudah fix -kelar- selesai". Padahal belum tentu. Barangkali yang dipimpinnya itu sedang berada dalam kendala dan kendala itu hanya akan terlihat dan terselesaikan apabila seorang pemimpin mau berdiskusi mencari solusi dan akar permasalahannya. Dan itu hanya bisa dilakukan apabila seorang pemimpin berada di -tengah.

Pertanyaannya, bagaimana seorang pemimpin bisa tau kalo dia membutuhkan waktu untuk berdiskusi sedangkan dia saja berada di atas?

Maka dari itu, siapun kita, ketika menjadi seorang pemimpin, marilah kita memposisikan diri ditempat yang tepat -ditengah-tengah, -membersamai-, bukan diatas -melihat hanya yg terlihat saja-.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar